Esensi proses pendidikan pada dasarnya
bersumber dari masyarakat dan luarannya kembali ke masyarakat. Karena
itu,perbaikan kualitas pendidikan harus selalu mengacu pada kebutuhan dan
pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Pendidikan dikatakan efektif
apabila mampu menyiapkan lulusan sesuai kepentingan masyarakat. Kalau pada saat
ini masyarakat sangat berharap lulusan suatu jenjang pendidikan siap memasuki
lapangan kerja maka sudah semestinya perlu penataan dan pengembangan untuk
memenuhi kehendak tersebut.
Pendidikan sebagai pranata utama
penyiapan sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menentukan
kualitas SDM. Pendidikan juga mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi
suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap
produktivitas, tetapi juga akan berpengaruh terhadap fertilitas masyarakat.
Pendidikan menjadikan SDM lebih mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan di
lingkungan kerja. Oleh karena itu pada umumnya negara yang memiliki penduduk
dengan tingkat pendidikan tinggi akan mempunyai pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Dari sisi ekonomi, pendidikan bukan
hanya semata-mata dipandang sebagai kegiatan konsumtif, namun diakui sebagai
suatu investasi sumberdaya manusia. Pendidikan memberikan sumbangan terhadap
pembangunan sosial ekonomi melalui cara-cara meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, kecakapan, sikap dan produktivitas. Bagi masyarakat secara umum
pendidikan bermanfaat untuk teknologi demi kemajuan di bidang sosial dan
ekonomi.
The Human Capital Theorymenyatakan
bahwa pendidikan menanamkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai
kepada manusia dan karenanya mereka dapat meningkatkan kapasitas
belajar dan produktivitasnya. Hal ini memungkinkan mereka mengejar tingkat
pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi dan meningkatkan pendapatan masa
depan mereka dengan meningkatkan penghasilan seumur hidupnya. Karena manfaatnya
tersebut sudah selayaknya apabila pendidikan menjadi perhatian utama suatu
bangsa.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh
lembaga pendidikan menengah kejuruan, agar menghasilkan lulusan yang
benar-benardibutuhkan oleh dunia kerjasebagai wujud pertanggungjawaban kepada
masyarakat. Upaya tersebut di antaranya dengan diterapkannya kebijakan link and
match, pendidikan sistem ganda, pendidikan berbasis kompetensi, Broad-based
Education, maupun Life Skill Educationyang kesemuanya bertujuan meningkatkan
kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan kerja.Seiring dengan
tuntutan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan
dunia kerja ke depan, berbagai kebijakan baru telah digulirkan di antaranya
dengan Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Optimalisasi Peran
Dewan Sekolah dan Komite Sekolah, Pengembangan Sekolah Standar Nasional dan
Sekolah Bertaraf Internasional. Melalui kebijakan ini diharapkan lulusan SMK
benar-benar siap memasuki lapangan kerja.
Crunkilton (1984:25) menyebutkan bahwa: ”salah satu
tujuan utama pendidikan kejuruan adalah meningkatkan kemampuan peserta didik
sehingga memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya”.
Bagi masyarakat Indonesia misi pendidikan kejuruan,
seperti diungkapkan oleh Crunkilton tersebut, sangat penting karena pada
umumnya siswa sekolah kejuruan berasal dari masyarakat dengan tingkat sosial
ekonomi rendah (Suprapto Brotosiswoyo, 1991:8), sehingga apabila sekolah
kejuruan berhasil mewujudkan misinya berarti akan membantu menaikan status
sosial ekonomi masyarakat tingkat bawah. Dengan kata lain sekolah kejuruan
dapat membantu meningkatkan mobilitas vertikal dalam masyarakat (Elliot, 1983:42).
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran kejuruan dapat
dijabarkan dalam tiga keperluan yaitu teknologi sebagai ilmu, teknologi sebagai
produk, dan teknologi sebagai cara atau sistem. Sebagai ilmu terapan, teknologi
mengkaji berbagai persoalan yang berkait dengan perancangan/rekayasa untuk
menemukan produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam segala aspek
kehidupan, baik yang berkait dengan aspek ideologi, politik, sosial budaya,
maupun pertahanan dan keamanan. Dalam perkembangannya produk teknologi bukan
hanya berupa produk kebendaan, tetapi juga pengembangan suatu sistem yang
mendukung layanan/jasa.
Menurut
Herr dan Cramer ( dalam Isaacson,1985 ) pekerjaan memiliki peran yang sangat
besar dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, terutama kebutuhan ekonomis,
social dan psikologis. Secara ekonomis orang yang bekerja akan memperoleh
penghasilan atau uang untuk digunakan membeli barang dan jasa guna mencukupi
kebutuhan hidupnya sehari-hari. Secara social orang yang memiliki pekerjaan
akan lebih dihargaia oleh masyarakat daripada orang yang menganggur. Secara
social orang yang bekerja mendapat status social yang lebih terhormat daripada
tidk bekerja. Lebih jauh lagi orang yang memiliki pekerjaan secara psikologis
akan meningkatkan harga diri dan kompetensi diri dan ia akan lebih bahagia
darpada orang yang tidak bekerja.
0 Comments